Cars 2 : Ka-Cau!

Oh ya, sebagai pengemar film kartun, saya memang tidak pernah melewatkan satu pun film produksi Pixar sejak Toys Story 1, termasuk juga Short Movie-nya. Apalagi film ini. Dan bahwa kenyataannya Vio sekarang  jadi pengemar Lightning McQueen gara-gara nonton Cars 1 di Disney Channel (dan melupakan Thomas The Engine), itu bukan karena saya pengaruhi. Ngga cuma McQueen sih, juga Nemo, Wall-E, Buzz Lightyear dan Sulley (ada yang inget tokoh ini dari film apa? :mrgreen: ). Pixar memang layak dicintai kok.. :mrgreen:

Anyway, demi memenuhi hasrat Vio yang – sejak dari hari pertama saya beri tahu bahwa Cars 2 sudah diputar di bioskop – terus menerus menyebut McQueen setiap bangun tidur (dan hasrat emak-nya juga sih sebenernya :mrgreen: ), pergi lah saya minggu kemaren menonton Cars 2 di Plasa Indonesia.

cerita soal Cars2 :D

Tentang Luka, Bekas Luka dan Kisah Masa Lalu

Oke, saya memang suka nonton film kartun. Dari dulu. Karena film kartun semacam obat untuk otak saya yang lelah sepanjang hari dipakai bekerja. Oh ngga.. Ini bukan semacam penasbihan kalo saya punya otak dan otak saya itu saya pakai. Bukan macam orang tua yang itu. :mrgreen: Ini penegasan dari kata-kata “laughter is the best medicine” dari orang-orang yang “katanya” bijak. Dan saya meng-amini. Makanya saya suka nonton film kartun.

sumpah ga ada spoiler apapun di sini :mrgreen:

Elemagika

bersama si Paddle Pop Lion

Minggu lalu, tiba-tiba sebuah undangan masuk ke email saya. Dari produsen ice cream yang ternyata sudah beberapa memproduksi film anak-anak, untuk menyaksikan secara perdana pemutaran mereka yang akan datang. Tentu saja undangan tersebut tidak saya sia-siakan. Setelah sekian lama tidak ada film anak-anak yang proper untuk ditonton Vio di bioskop, Minggu pagi tanggal 12 Desember yang lalu meluncurlah saya dan Vio ke sebuah bioskop di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Yay!

film apakah itu?

Alangkah Lucunya (Negeri Ini)

Disclaimer : awas spoiler! :twisted:

Yes, buat yang mungkin bertanya-tanya soal judul yang di atas itu, itu adalah judul film buatan Deddy Mizwar yang baru, yang saya tonton Jumat kemarin bareng hubby dan  dua orang penjaga Bicara Film, Jeung Tika dan Si Ewink. Saya memang sangat tertarik dengan film-film buatan Deddy Mizwar yang biasanya sarat pesan dan sangat satire seperti Kiamat Sudah Dekat dan Naga Bonar jadi Dua.

kali ini beneran mau cerita soal filmnya :mrgreen: