Vio dan Dinosaurus

SavedPicture-201412322239.jpg

Vio lagi suka sama dinosaurus. Gara-gara kemaren dibeliin buku ensiklopedia pintar dinosaurus sama Om-nya. Bukunya tiap hari dibuka, sok-sok baca padahal belum bisa. Gambar dinosaurusnya diperhatiin satu-satu.  Karena dia belum bisa baca, jadilah tiap malem saya ngebacain isi si ensiklopedia itu sebelum tidur. Kalo lagi gatel pengen tau, saya ditanya-tanya mulu berdasarkan gambar. Kenapa dinosaurus yang ini cuma makan rumput, kenapa t-rex giginya tajem, kenapa dinosaurus yang ini bisa terbang, kenapa ini, kenapa itu. Semua jawaban saya direkam di-memory-nya dia. Jadi kalo pas ada orang, dia pamer kalo dinosaurus tuh begini begitu, sambil nunjuk-nunjuk bukunya. Padahal dia ga bisa baca, cuma tau dari saya doang. Hih! *jitak* Tapi gitu saya jadi ngga bisa jawab asal-asal deh.. :lol:

Pada suatu sore, gara-gara dia (lagi-lagi) dibeliin figurin dinosaurus sama Om-nya, sambil memandangi si dinosaurus ditangannya, tiba-tiba Vio nanya dengan pertanyaan maha penting ini: “Bu, dinosaurus kalo pup gimana?” Lhaaaa… Terus saya mesti jawab apa ini? :lol:

Masalahnya, hubungan Vio sama Dinosaurus ini semacam love hate relationship. Dia suka banget baca bukunya, main mainannya, tapi kalo pas ada acara dinosaurus-dinosaurus di suatu channel tipi itu dia ga suka. Pas kapan tau filmnya main di bioskop juga Vio ngga mau nonton. Pokoknya dia ga suka kalo dinosaurusnya gerak-gerak gitu. Serem katanya. :|

dinosaurus!

The Secret Life of Walter Mitty

Walter Mitty

Iya, saya lagi teringat-ingat terus sama film ini sejak nonton awal bulan lalu. Ngga cuma saya sih, banyak dari teman-teman saya yang juga “tersihir” dengan film ini. Ntah karena jalan ceritanya, pesan filosofis-nya, atau karena jatuh cinta sama Iceland, yang ternyata keren banget tempatnya! :lol: Saya sendiri, suka semua! Jalan cerita, Iceland, semua quote-quote yang ada di film ini. Saya cinta semua! And I just can’t get this movie out of my mind!

Tenang.. saya ngga bakal review film ini. Udah banyak di sana sini. Dan asumsi saya, yang baca blog ini semua udah pada nonton kan ya film itu? Hihihihi :mrgreen:

jadi mau nulis apa sih?

Cars 2 : Ka-Cau!

Oh ya, sebagai pengemar film kartun, saya memang tidak pernah melewatkan satu pun film produksi Pixar sejak Toys Story 1, termasuk juga Short Movie-nya. Apalagi film ini. Dan bahwa kenyataannya Vio sekarang  jadi pengemar Lightning McQueen gara-gara nonton Cars 1 di Disney Channel (dan melupakan Thomas The Engine), itu bukan karena saya pengaruhi. Ngga cuma McQueen sih, juga Nemo, Wall-E, Buzz Lightyear dan Sulley (ada yang inget tokoh ini dari film apa? :mrgreen: ). Pixar memang layak dicintai kok.. :mrgreen:

Anyway, demi memenuhi hasrat Vio yang – sejak dari hari pertama saya beri tahu bahwa Cars 2 sudah diputar di bioskop – terus menerus menyebut McQueen setiap bangun tidur (dan hasrat emak-nya juga sih sebenernya :mrgreen:), pergi lah saya minggu kemaren menonton Cars 2 di Plasa Indonesia.

cerita soal Cars2 :D

Tentang Luka, Bekas Luka dan Kisah Masa Lalu

Oke, saya memang suka nonton film kartun. Dari dulu. Karena film kartun semacam obat untuk otak saya yang lelah sepanjang hari dipakai bekerja. Oh ngga.. Ini bukan semacam penasbihan kalo saya punya otak dan otak saya itu saya pakai. Bukan macam orang tua yang itu. :mrgreen: Ini penegasan dari kata-kata “laughter is the best medicine” dari orang-orang yang “katanya” bijak. Dan saya meng-amini. Makanya saya suka nonton film kartun.

sumpah ga ada spoiler apapun di sini :mrgreen: